Translate

Rabu, 27 Maret 2013

Belajar Tentang Kehidupan

Berjalan dengan keong


Pada suatu hari Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak. Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.
Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : “aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !”

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.
Ya Tuhan! Mengapa ? Langit sunyi-senyap. Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang. Pelankan langkah, tenangkan hati….

Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.
Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.
Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?
Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya.
“He’s here and with me for a reason”
Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi,
Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.
Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk bersyukur padanya.
Karena ialah yang mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai,
Berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati..


Sahabat… syukuri setiap lembar kisah hidup kita. Karena kita memang benar – benar lemah dan bodoh di hadapan Sang Pencipta. DIA telah menentukan yang terbaik bagi kita, DIA memberikan apa yang kita perlukan bukan yang kita mau..
Pada suatu hari Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak. Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.
Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : “aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !”

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.
Ya Tuhan! Mengapa ? Langit sunyi-senyap. Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang. Pelankan langkah, tenangkan hati….

Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.
Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.
Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?
Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya.
“He’s here and with me for a reason”
Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi,
Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.
Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk bersyukur padanya.
Karena ialah yang mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai,
Berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati..


Sahabat… syukuri setiap lembar kisah hidup kita. Karena kita memang benar – benar lemah dan bodoh di hadapan Sang Pencipta. DIA telah menentukan yang terbaik bagi kita, DIA memberikan apa yang kita perlukan bukan yang kita mau..

 

Selasa, 26 Maret 2013

Kasih Allah kepada Bangsa Israel



Kata Musa kepada bangsa Israel "Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? -- tetapi karena TUHAN mengasihi kamu ..." (Ulangan 7: 7,8)









Kasih Allah kepada Dunia ini
Kata Yesus kepada seorang pemimpin Yahudi bernama Nikodemus : Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3: 1,16)





Rasul Paulus menulis: "Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan." (Roma 10: 12,13)



Yesus adalah Mesias Bangsa Yahudi. Alkitab mengatakan:

1. Mesias akan dilahirkan di Betlehem - Mikha 5:2

2. Mesias akan datang dari Galilea - Yesaya 9:1, 6, 7

3. Mesias akan "disingkirkan" (dibunuh - BIS) sebelum penghancuran Bait Allah yang kedua pada 70 M (Daniel 9:26)

4. Mesias akan menjadi "seseorang yang penuh dengan kesengsaraan" (Yesaya 53:3), "dihina dan ditolak" (ay.3), "seperti domba yang dibawa ke pembantaian" (ay.7), "sebagai korban penebus salah (ay.10). "Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian (ay.6). Namun setelah "kematianNya" (ay 9) Dia akan dibangkitkan dan "melihat keturunanNya" dan "umurnya akan lanjut "(ay 10), Dia "berdoa untuk pemberontak-pemberontak" (ay.12) dan "membenarkan banyak orang" (ay 11). "Oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh (ay 5). "Kita sekalian seperti domba yang sesat, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, dan ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya" (ay 5).



Nubuatan ini HANYA dapat dipenuhi oleh SESEORANG YANG MATI UNTUK DOSA SELURUH DUNIA" dan YANG TELAH DIBANGKITKAN KEMBALI.



Dua Israel dalam Perjanjian Baru

Pertama, "Israel menurut daging" ( I Korintus 10:18) terdiri dari "Israel ..... secara jasmani" (Roma 9:3,4) yang tidak mempercayai Yesus sebagai Mesias. Kedua, "Israel milik Allah" terdiri dari mereka yang telah menjadi "ciptaan baru" melalui anugrah dan belas kasihan dari Mesias (Galatia 6:14-16).



Tiga Pandangan Diantara Umat Kristen

1. Replacement Theology (Teologi Penggantian)

Pandangan ini mengajarkan "Israel" secara keseluruhan telah "digantikan" oleh "Gereja Kristen" secara keseluruhan. Mungkin ini terlalu disederhanakan, tetapi penekanannya adalah "Diluar bersama bangsa Yahudi, didalam bersama bangsa kafir (bangsa-bangsa lain)". Secara historis, mereka yang menerima pandangan ini menganggap hina bangsa Yahudi, mempersalahkan mereka atas kematian Yesus Kristus. Banyak pengikut Nazi menerima sudut pandang ini selama terjadinya "Bencana di Eropa".



2. Dispensational Theology (Teologi Menurut Takdir)

Pandangan ini sebagai reaksi umum dari Replacement Theology. Mengajarkan "Israel" sebagai bangsa , yang berpusat di Timur Tengah, adalah masih bangsa yang istimewa bagi Allah, yang "terpisah" dari "Gereja Kristen". Banyak yang memegang ajaran ini adalah mereka yang "mempercayai takdir" dalam hidup. Menurut ajaran ini "Gereja" yang "dipisahkan dari Israel", lahir pada hari Pentakosta (Kisah 2) dan berlanjut di dunia ini sampai hari Pengangkatan. Setelah gereja diangkat, maka Allah akan memenuhi semua janji-janjiNya dalam Perjanjian Lama kepada Israel secara harafiah yang berpusat di Timur Tengah. Pengajaran ini menerapkan banyak nubuatan di kitab Wahyu kepada negara Israel modern yang ada saat ini. Inilah doktrin yang paling banyak dianut ahli-ahli teologi Kristen. Meskipun pandangan ini berbeda dari "Replacement Theology", namun demikian, masih membangun "tembok pemisah" antara "Israel"dan "Gereja".



3. Israel of God Theology (Teologi Israel Milik Allah)

Pandangan ini memahami perbedaan antara "Israel menurut daging" (I Kor 10:18) dan "Israel milik Allah" (Galatia 6:16) yang terdapat dalam Perjanjian Baru. Israel milik Allah bukanlah Gereja Kafir (yang terdiri dari bangsa-bangsa lain) yang baru terbentuk dalam Perjanjian Baru, yang sama sekali telah "menggantikan" bangsa Yahudi (Replacement Theology), bukan juga sekedar "Israel" yang berpusat di Timur Tengah yang "terpisah" dari Gereja Allah yang benar (Pandangan Dispensionalis). Namun, Israel milik Allah adalah benar-benar Israel rohani kepunyaan Allah (Gereja Allah yang sesungguhnya) yang telah ada sepenjang sejarah, menjangkau baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Israel milik Allah terdiri dari umat yang setia, baik bangsa Yahudi maupun bangsa-bangsa lain, yang sunguh-sungguh berjalan dengan Allah, baik yang menunggu maupun yang mempercayai Yesus Kristus sebagai Mesias mereka. Abraham (berasal dari bangsa kafir), Musa, Daniel, Petrus, Paulus dan Lukas (juga dari bukan dari bangsa Israel), mereka semua adalah bagian dari Israel milik Allah. Pada jaman Elia, terdapat "Israel secara daging" yang mengikuti Ahab dan Izebel, namun demikian masih ada juga "Israel milik Allah" yang tetap taat dan menolak untuk "bertekuk lutut di depan patung Baal" (Roma 11:4,5). Dari mulai jaman Adam, Habel, dan Nuh, sampai pada jaman Musa dan "gereja di padang belantara" (Kisah 7:38), sampai pada orang-orang kudus di akhir jaman, Gereja Allah yang sesungguhnya, yaitu Israel milik Allah, selalu terdiri dari Bangsa Yahudi dan Bangsa-bangsa lain yang setia, yang mempertahankan iman mereka kepada Tuhan ditengah-tengah dunia yang penuh dengan ajaran-ajaran sesat, kemurtadan dan dosa. Situs ini percaya bahwa pandangan ke-tiga ini yang paling merefleksikan pengajaran yang sebenarnya dalam Perjanjian Baru dan keseluruhan Alkitab.



Kebenaran Dari Perjanjian Baru "Separation/Dispensational Theology" menyatakan bahwa "Gereja" dilahirkan pada hari Pentakosta dan "dipisahkan" dari "Israel". Fakta sebenarnya adalah "Gereja" pada hari Pentakosta justru seluruhnya terdiri dari Gereja Yahudi (Kisah 2:5, 36-38, 41, 47). Pemimpin-pemimpin mereka yang mula-mula (Petrus, Yahobus, Yohanes, dll), semua adalah Yahudi (Kisah 2:14; 3:1; 15:4,13). Mereka adalah bagian "Gereja" dan juga "Israel milik Allah". Yesus Kristus telah "merobohkan tembok pemisah" antara bangsa Yahudi (yang bersunat) dan bangsa-bangsa lain (yang tidak bersunat) - Efesus 2:11-14. Yesus Kristus datang untuk "memperdamaikan keduanya (antara Yahudi dan bangsa-bangsa lain)dalam satu tubuh melalui kematianNya di salib (ay.16). Sekarang keduanya menjadi "satu manusia baru dalam Kristus" (ay.15). Jadi, bangsa-bangsa lain, melalui Kristus sebagai Mesias, sekarang adalah "keturunan Abraham", berarti bagian dari "Israel milik Allah" (Galatia 6:16). Ini adalah kenyataan yang tak tergoyahkan dari Firman Allah.



"Israel" dalam kitab Wahyu

"Separatioan/Dispensational Theology" mengajarkan bahwa setelah "gereja" diangkat ke surga, bagian terbesar dari kitab Wahyu difokuskan kepada negara Israel modern yang berpusat di Timur Tengah. Sebenarnya, fokus dari kitab Wahyu bukanlah Israel menurut daging (Israel jasmani), tetapi adalah Israel milik Allah yang berpusat pada Yesus Kristus. Kitab Wahyu secara jelas menggunakan terminologi dan geografi dari Timur Tengah dalam nubuatan-nubuatannya. Terdapat kata "Israel" (7:4), Sodom dan Mesir (11:8), Gunung Sion (14:1), Bait Allah (15:5), Yerusalem (21:10), Babel (17:5), Eufrat (16:12), dan Armagedon/Lembah Megido-red (16:16). Namun, untuk mengerti dengan benar, kitab Wahyu harus ditafsirkan menurut "Roh" (1:10; 2:7,11,17,29; 3:6,13,22; 17:3; 21:10) dan tidak boleh menurut daging. Studi yang teliti dari kitab terakhir dari Alkitab ini mengungkapkan bahwa Allah secara konsisten mengambil bagian-bagian dari Israel kuno dan kemudian menerapkannya kepada Israel milik Allah dalam Yesus Kristus.



Dalam pasal pertama kitab Wahyu, "tujuh kaki dian" yang terdapat di Bait Allah Israel kuno digunakan sebagai simbol dari "tujuh jemaat" (1:3, 20). Disini terletak prinsip kuncinya: hal-hal pada jaman dulu dari bangsa Israel harafiah, diterapkan pada Israel milik Allah (gereja Allah yang sesungguhnya). Dalam pasal 2, Yesus Kristus menyebut "wanita Izebel" (2:20) yang menyesatkan Israel kuno. Namun Dia menggunakan wanita jahat ini sebagai simbol dari orang-orang yang mencoba menyesatkan GerejaNya. Sekali lagi prinsip penafsiran kitab Wahyu dinyatakan - hal-hal yang berkaitan dengan Israel kuno diterapkan kepada GerejaNya yang sesungguhnya, yaitu Israel milik Allah. Kitab Wahyu berbicara mengenai Sodom dan Mesir "rohani" (11:8), Bait Suci surgawi (11:19; 15:5; 16:1,17), Gunung Sion surgawi (14:1; 21:10), dan Yesusalem baru (21:10). Dalam Perjanjian Lama, kota Babel harafiah berada d atas sungai Efrat (Yeremia 51:63, 64).



Buku Wahyu menggunakan sejarah Babel kuno sebagai satu tipe, yang menunjuk kepada misteri "Babel besar" (17:5) yang "duduk" di atas "tempat yang banyak air" (17:1) dari "sungai Efrat yang besar" (16:12). Hal ini memperlihatkan suatu sudut interpretasi yang menerangkan bahwa "air" adalah simbolis, yang sebenarnya melambangkan "bangsa-bangsa, orang banyak" (17:5) di seluruh dunia yang mendukung penipuan dan ajaran sesat dari Babel di akhir zaman. Seperti juga Allah dulu "mengeringkan" sungai pada kota Babel di Perjanjian lama sebelum kehancuran kota itu (Jeremia 51:36, 63, 64), begitu juga akan terjadi pada Penghakiman Terakhir, Dia akan mengeringkan "air" (yang melambangkan bangsa-bangsa) dari Misteri Babel tepat sebelum dunia berakhir (Wahyu 16:12, 17-21, 18:7). Seperti Allah memanggil Israel harafiah (jasmani) untuk keluar dari Babel pada jaman Perjanjian Lama (Yeremia 51:44, 45), begitu pula Yesus Kristus saat ini memanggil "Israel milik Allah" untuk keluar dari Babel rohani sebelum terlambat. Tuhan menyerukan, "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya." (Wahyu 18:4).



Yesus Kristus saat ini berada di Bait Suci SurgawiNya (Ibrani 8:1,2). Tempat kediaman kita adalah Yerusalem Baru (Yohanes 14:1-3; Wahyu 21:2-5). Umat Kristen yang sungguh-sungguh adalah bagian dari Israel milik Allah (Galatia 3:29: 6:14-16) Kita harus menaklukkan dosa dan penipuan dari Misteri Babilon (Wahyu 2:7, 11,17,26; 3:5,12,21; 18;1-4). Melalui kasih dan anugrah Yesus sang Mesias, biarlah kita bersedia untuk Harmagedon (Wahyu 16:15,16)



Bagaikan Bejana


G                 Am
Bagaikan bejana siap dibentuk
      D            C      G
Demikian hidupku ditangan-Mu
      G          C
Dengan urapan kuasa Roh-Mu
     A           D
Ku dibaharui selalu
   G              C 
Jadikan ku alat dalam rumah-Mu
   D              C      G
Inilah hidupku di tangan-Mu
       G              C
Bentuklah s'turut kehendak-Mu
      Am          D      G
Pakailah sesuai rencana-Mu
G              Am
Ku mau s'perti-Mu Yesus
D          G
Disempurnakan selalu
Em             Am
Dalam segenap jalanku
  C       D    G
Memuliakan nama-Mu

Bapa Yang Kekal



Bapa Yang Kekal
Julita Manik
Key: D

D                 A/C#    (/B  /A)
Kasih yang sempurna  telah
F#/Bb (/F#)     Bm
kut'ri-ma dari-Mu
(/A)       G        A
Bukan kar'na kebaikanku
      D             A/C#  (/B  /A)
Hanya oleh kasih karunia-Mu
F#/Bb          Bm  Bm/A     G
Kau pulihkan aku   layakkanku
                  A
Tuk dapat memanggilMu, Bapa

Reff:
D                   F#m
Kau b'ri yang kupinta
        Bm                F#m
Saat kumencari kumendapatkan
             G                 D
Kuketuk pintu-Mu dan Kau bukakan
             E7                A
S'bab Kau Bapaku, Bapa yang kekal

D               F#m
Takkan Kau biarkan
        Bm                  F#m
Aku melangkah hanya sendirian
            G        D/F#
Kau selalu a-da bagiku
             G      A          D
S'bab Kau Bapaku, Bapa yang kekal


 Sperti Rusa Rindu Sungaimu

C Em Am C7
S'perti Rusa Rindu Sungai-Mu

F G7 C G7
Jiwaku Rindu Engkau

C Em Am C7
Kaulah Tuhan Hasrat Hatiku

F G7 C
Kurindu Menyembah-Mu

Am F C
Engkau Kekuatan Dan Perisaiku

F Dm E
Kepada-Mu Rohku Berserah

C Em Am C7
Kaulah Tuhan Hasrat Hatiku

F G7 C C7
Kurindu Menyembah-Mu


Reff:

Am Em F C F Em D G7
Yesus, Yesus Kau Berarti Bagiku.......

Am Em F C Dm G7 C
Yesus, Yesus Kau Segalanya Bagiku